Selisih biaya antara keduanya bisa mencapai 40 persen, tetapi yang menentukan pilihan sebaiknya bukan harganya — melainkan bagaimana bidang itu akan diperbaiki lima tahun dari sekarang.
Pertanyaan ini masuk hampir di setiap proyek, dan hampir selalu dalam bentuk yang salah: mana yang lebih bagus. Keduanya bagus untuk hal yang berbeda, dan yang membedakannya paling tajam bukan tampilan awal, melainkan apa yang terjadi saat permukaannya rusak.
HPL: rusak per bidang, diganti per bidang
HPL adalah lembaran pelapis yang ditempelkan ke body. Ketahanan goresnya baik, dan ketika satu pintu rusak, pintu itu bisa dibuat ulang tanpa menyentuh panel di sebelahnya. Untuk unit sewa dan dapur yang dipakai harian, sifat ini yang paling menentukan biaya jangka panjang.
Duco: mulus, tetapi diperbaiki satu bidang penuh
Duco adalah cat semprot, sehingga bidangnya mulus tanpa sambungan dan warnanya bebas. Konsekuensinya, goresan terlihat lebih jelas, dan perbaikannya harus mencakup satu bidang penuh — mengecat sebagian akan meninggalkan batas yang terlihat pada cahaya menyamping.
Cara kami memutuskan
- Dapur yang dipakai menggoreng harian: HPL, terutama pada kabinet bawah dan pintu yang sering tersentuh.
- Unit yang disewakan: HPL, tanpa kecuali. Perbaikan antar penyewa harus bisa dilakukan per bidang.
- Kamar dan ruang tamu yang menginginkan bidang mulus: duco pada pintu, HPL pada body yang tidak terlihat.
- Bidang lengkung atau profil: duco, karena HPL tidak bisa mengikuti lengkung tanpa sambungan.
- Anggaran ketat dengan volume besar: HPL pada seluruh bidang, dan warna dipilih agar tetap satu bahasa.
Yang tidak berubah dari pilihan finishing
Finishing menentukan permukaan, bukan umur pakai. Kabinet yang body-nya multiplek 15 mm dengan edging tipis akan gagal lebih dulu daripada permukaannya, apa pun finishing yang dipilih. Ketebalan body dan edging adalah keputusan yang lebih menentukan, dan keduanya tidak terlihat setelah kabinet terpasang.

