Interior Coffee Shop — Cipete

Industrial · Ruang komersial · 62 m² · 7 minggu · Cipete, 2024

Kode proyek
RL-2024-062
Tipe hunian
Ruang komersial, lantai satu ruko 4 x 15,5 m
Luas
62 m²
Durasi
7 minggu
Tahun
2024
Lokasi
Cipete, Jakarta Selatan

Volume pekerjaan

Kapasitas hasil
20 tempat duduk
Kursi bar
6 kursi
Meja komunal
8 kursi, meja 240 x 90 cm
Area lounge
6 kursi
Jalur kerja staf
90 cm

Kondisi Awal

Ruko sempit memanjang 4 x 15,5 meter dengan hanya satu bukaan di depan. Bagian belakang gelap dan praktis tidak terpakai. Lantai masih plester, dinding bata belum dilapis.

Posisi bar bawaan berada di ujung belakang, sehingga antrean pelanggan memotong jalur antar meja dan membuat tamu yang duduk lama merasa terganggu. Suara grinder memantul keras di antara dinding bata dan lantai plester.

Tantangan Desain

Dua jalur bertabrakan: jalur pelanggan dari pintu ke titik pesan, dan jalur antar meja. Selama bar berada di ujung belakang, kedua jalur itu akan selalu berpotongan, dan tidak ada pilihan material yang bisa memperbaikinya.

Bidang keras berlebihan — bata, plester, kaca depan — membuat pantulan grinder terdengar di seluruh ruang. Masalah akustik pada ruang usaha bukan keluhan estetis; ia menentukan berapa lama tamu bertahan.

Titik listrik dan jalur air harus dipastikan sebelum gambar kerja dikunci, karena dua mesin espresso dan dua grinder punya kebutuhan daya yang tidak bisa ditebak dari katalog.

Keputusan Desain

  1. 01

    Bar dipindahkan ke tengah bentang

    Satu perpindahan menyelesaikan tiga hal: antrean tidak lagi memotong area duduk, barista mendapat pandangan langsung ke pintu masuk, dan area belakang akhirnya punya alasan untuk didatangi karena ada batas yang harus dilewati.

  2. 02

    Bar menjadi penanda batas dua zona

    Depan bar menjadi zona cepat untuk ambil dan bawa pulang; belakang bar menjadi zona duduk lama. Pembagian ini dibuat oleh perabot, bukan oleh partisi, sehingga bentang ruko tetap terbaca utuh dari pintu.

  3. 03

    Dinding belakang dicat terang dan diberi garis track light

    Track light disorot ke meja, bukan ke seluruh ruang. Bidang antar meja dibiarkan gelap, dan justru itu yang membuat setiap meja terbaca sebagai tempat tersendiri.

  4. 04

    Panel akustik dipasang di plafon belakang bar

    Kebutuhan panel dihitung bersamaan dengan tata letak, bukan setelah pembukaan. Pemasangan di belakang bar dipilih karena di sanalah sumber suara berada, sehingga pantulan diredam sebelum menyebar ke area duduk.

  5. 05

    Tiga jenis tempat duduk, bukan satu

    Enam kursi bar, delapan kursi di meja komunal, enam kursi lounge. Tamu sendirian, berdua, dan berkelompok punya tempat masing-masing — dan itu menaikkan pemakaian meja yang efektif tanpa menambah kursi.

Sebelum dan sesudah

Perbandingan dari Titik yang Sama

Sudut dan tinggi kamera dibuat sama. Foto sebelum diambil saat pengukuran, tanpa dirapikan dan tanpa pencahayaannya digelapkan.

Titik foto — Bagian belakang ruko

Sebelum

Sebelum — bagian belakang ruko yang gelap dan tidak terpakai, dinding bata belum dilapis, lantai plester
Foto tidak dapat dimuat
Sebelum — bagian belakang ruko gelap dan praktis tidak terpakai. Bar bawaan berada di ujung ini, sehingga antrean memotong jalur antar meja.

Sesudah

Zona duduk lounge di bagian belakang ruko dengan dinding terang, track light, dan panel akustik kayu berlubang
Foto tidak dapat dimuat
Zona belakang setelah dinding dicat terang dan diberi garis track light. Kapasitas total ruang 20 tempat duduk.

Material & Finishing

Meja komunal
Kayu solid 240 x 90 cm, finishing water based
Bar
Rangka besi hollow, top solid surface, panel depan bata ekspos coating bening
Plafon area belakang
Panel akustik kayu berlubang
Lantai
Semen ekspos dengan hardener dan coating
Pencahayaan
Track light dengan sudut sorot terarah ke meja
Finishing besi
Powder coating, bukan cat kuas

Catatan iklim & pemakaian

Semen ekspos selalu dicoating. Tanpa pelapis, permukaan semen melepas debu halus setiap hari — hal yang tidak bisa diterima di ruang yang menyajikan minuman.

Catatan lingkup

Titik listrik untuk dua mesin espresso dan dua grinder dihitung bersama teknisi peralatan kopi milik klien sebelum gambar kerja dikunci, termasuk jalur air bersih dan buangan di bawah bar. Pengadaan mesin bukan lingkup kami.

Galeri Hasil

Timeline Pengerjaan

Survey & ukur 3 hari
Pemetaan alur & kapasitas 5 hari kerja
Konsep 7 hari kerja
3D & revisi 7 hari kerja
Gambar kerja & RAB 7 hari kerja
Produksi 3 minggu
Instalasi 10 hari

Total: 7 minggu dari survey sampai serah terima.

Kata Pemilik Ruang

“Sebelum bicara desain, mereka minta data jumlah cangkir yang keluar per jam dan posisi mesin. Awalnya saya heran, tapi setelah buka baru terasa: barista tidak bertabrakan dan antrean tidak memotong meja tamu.”

Sekar Ayu Lestari

Pemilik kedai kopi — Cipete, Jakarta Selatan

Konsultasi Proyek Serupa

Pesan konsultasi Anda akan membawa nama proyek ini, sehingga kami sudah tahu arah gaya yang menarik perhatian Anda sebelum membalas.

Balasan pada jam kerja, Senin–Sabtu 09.00–18.00.